©2019 by Yospina Lidan Patiung ( Travel's Recap )

  • Facebook
  • YouTube
  • Yospina Lidan Patiung

Berapa Biaya Backpacking 10 hari ke Jepang ???

Diperbarui: 9 Okt 2019

Sebelum panjang lebar membahas tentang pengalaman solo trip saya ke Jepang 13- 23 November 2018, saya ingin ingin menyampaikan di depan bahwa saya adalah backpacker hehe ... Jadi ulasan di bawah ini adalah standar backpacker :)


Jepang adalah negara impian saya sejak kecil, mungkin karena kakek saya adalah alumnus dari sekolah dasar era Nippon dan almarhum kakek saya bisa berbahasa Jepang (ada lagu Jepang yang beliau sering nyanyikan di masa hidupnya dan menjadi kenangan saya seumur hidup), beliau juga pernah bekerja di perkebunan Jepang di kampung saya ( oh ya mata pencaharian penduduk di kampung saya selain bertani adalah bekerja di perkebunan kopi Jepang ). Dulu waktu masih kanak-kanak, saya sering melihat "tuan-tuan" Japanese masuk-keluar perkebunan dengan mobil hard top mereka membuat saya begitu teragum-kagum dan penasaran tentang Jepang. Sebenarnya Jepang ini berada pada urutan ke-2 dari daftar negara impian saya. Belanda tetap yang pertama, itu juga ada sejarahnya, akan saya cerita di lain kesempatan ya hehehe


Pokoke Japan and Netherlands are my Childhood Dreams seperti yang saya ceritakan dalam video saya di sini https://youtu.be/Ih04w_QpKNU

Ini adalah trip perdana saya ke Jepang, mulai berani memutuskan solo trip ketika menjalin pertemanan dengan salah satu orang Jepang asli, seorang wanita illustrator untuk tabloid di Jepang dan sedang menyelesaikan study-nya terkait budaya. Ybs kemudian ke Indonesia, berkunjung dan tinggal di rumah saya selama 1 minggu dan menjadi keluarga baru. Sepulangnya dia ke Jepang, saya mulai merasa "percaya diri" untuk bepergian ke sana dengan asumsi bahwa saya tidak akan pernah hilang di Jepang, kalau saya tersesat gampang aja kontak teman saya ini. Lalu saya mulai booking tiket pesawat promo, sebenarnya harga tiket promonya adalah 2,7 Juta PP Bali - Narita - Bali (maskapai AA) namun saya ingin pulangnya melalui Osaka ke Malaysia karena tiket dari Malaysia ke Makassar lebih murah daripada Bali ke Makassar dan saya ingin merasakan Bandara Kansai di Osaka. Maka saya hanya beli tiket one way Bali - Narita seharga 1.3juta (masih promo-nya AA).

Sudah dapat tiket lalu bikin plan sederhana, berapa hari di Tokyo, berapa hari di Kyoto dan berapa hari di Osaka. Saya memang pengen mengunjungi 3 kota tersebut, kenapa begitu?? karena Osaka pernah menjadi Ibu kota negara Jepang. Lalu Kyoto merupakan kota yang sangat terkenal dengan budaya Jepang-nya, saya juga ingin melihat kuil-kuil tua di sana.


Naik pesawat Air Asia dari Denpasar (Bali) ke Narita (Jepang)

Itinerary

Saya type traveller yang tidak terpaku pada itinerary karena saya pergi kemana kaki melangkah dan sesuaikan dengan kondisi dan cuaca saat itu. Namun saya tetap membuat garis besar rencana perjalanan saya. Kurang lebih seperti ini :


Itinerary saya susun 2 bulan sebelum berangkat, Banyak yang tidak sesuai dengan kenyataan karena saya berubah pikiran sampai di sana dan juga karena disesuaikan dengan keadaan

Rangkuman perjalanan saya tanggal 13 - 23 November 2018 bisa dilihat di video ini : https://youtu.be/RfdJwXBYJQU



Penginapan

Saya terbang, Selasa malam 13 November 2018, tiba Rabu Pagi 14 November 2018.

  • Selasa, 13 November : Menginap di pesawat ( 8 jam penerbangan malam). GRATIS

  • Rabu, 14 November : menginap di rumah teman 1 malam. GRATIS

  • Kamis & Jumat, 15 - 16 November : Menginap di Hostel di Tokyo. Rate tiap malam beda, untuk Kamis harganya Rp. 289.196 sedangkan Jumat (weekend) harganya Rp. 467.758 padahal tempat tidurnya sama yaa hehehe

  • Sabtu , 17 Nov : Menginap di atas bus ( bus malam Tokyo - Kyoto, 8 jam). GRATIS

  • Minggu - Selasa, 18 - 20 Nov : Menginap di Kyoto Rp.1.468.666

  • Rabu, 21 Nov : Menginap di Osaka (seharusnya 20 Nov sudah di Osaka tapi karena Kyoto begitu berat ditinggalkan jadi saya extended nginap di Kyoto dan cancel penginapan di Osaka - refundable booking). jadi bayar 1 malam saja, Rp.344.435

  • Kamis, 22 Nov : Menginap di Pesawat ( penerbangan jam 10 malam dari Osaka - tiba jam 4 pagi di Kualalumpur). GRATIS

Total pengeluaran untuk penginapan untuk 10 malam adalah Rp.2.570.055


Berikut voucher Hostel saya di Tokyo di hari bisa


Bandingkan dengan harga pada hari Jumat malam (akhir pekan), dengan kamar dan tempat tidur yang sama :


Saya memesan penginapan melalui aplikasi Traveloka, Hostel yang saya pesan adalah Khaosan Tokyo Samurai untuk 3 kota tersebut, entah kenapa saya memilih hostel yang 1 group di 3 kota berbeda, mungkin saat itu yang termurah dan masih strategis, versi saya.

Anggaran Hostel ini cukup mahal untuk kantong saya namun sudah termasuk harga standar di Jepang, lagi pula hostelnya lengkap banget, ada living room lengkap dengan PC Free + wifi , dapur, laundry, kamar mandi lengkap dengan toiletries tools, hair drayer dan yang paling penting aman karena pintunya dilengkapi dengan PIN dan setiap tamu dilengkapi dengan tali dan gembok untuk pengaman koper dan laci di kapsul juga ada kuncinya. Penampakanannya seperti di bawah ini

Kapsul tempat saya menginap 2 malam di Tokyo. Lacinya dilengkapi kunci pengaman

Living room-nya, Lengkap dengan Pantry, PC + Wifi + Couch untuk bersantai ataupun tidur-tiduran

Transportasi

Untuk Transportasi di Jepang ada banyak pilihan dan kita bisa membeli tourist pass untuk menghemat pengeluaran. Saya kombinasi pembelian tiket tunai, bayar dengan Suica card, Tokyo Wide Pass (TWP), Metro Subway, Kyoto Bus Pass dan Osaka Amazing Pass (OAP). Berikut rinciannya, tulisan "tanpa pass" dalam kurung itu hanya sebagai perbandingan saja :


Tiba di Jepang (14 November 2018)

Beli Tokyo Wide Pass (TWP) di Bandara Narita ¥10.000 (kisahnya bisa lihat di sini : https://youtu.be/Ih04w_QpKNU ). TWP berlaku 3 hari dan bisa digunakan di semua kereta yang masuk dalam JR Line

- Transport dari Narita ke Shinjuku Tokyo by Narita Express Biaya Tercover oleh TWP (tanpa pass ¥3.190) .

- Shinjuku - Mitaka (PP) ke rumah teman nitip barang, by JR Chuo Line, Tercover TWP (tanpa pass ¥220).

- Transport dari Mitaka ke Akihabara ( sightseeing dan beli memory card tambahan untuk camera). Tercover TWP (tanpa pass ¥610)

- Akihabara ke Shibuya (pengen lihat cross section), Tercover TWP (tanpa pass ¥200)

- Shibuya ke Mitaka (ada undangan makan malam untuk saya di restoran dekat rumah teman tempat menginap di malam pertama) dicover TWP (tanpa pass ¥310)

Jadi untuk hari pertama total biaya transportasi saya ¥4.592 namun karena sudah dicover full oleh TWP sehingga saya tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan.


Ke Gunung Fuji (15 November 2018)

Transportasi seharian menggunakan mobil teman saya karena memang trip ke gunung Fuji ini disiapkan khusus oleh teman buat saya jadi biaya transport dan konsumsi sehari penuh ditanggung full oleh teman saya, pengeluaran ¥0

Silakan nonton kisahnya di sini : https://youtu.be/vh0yFKckP1I



Seputaran Tokyo karena BATAL ke Nikko ( 16 November 2018)

Plan akan ke Nikko, transportasi ¥5.500 one way, tapi masih tercover juga dengan TWP. Itulah alasan kenapa saya harus beli TWP. Tapi karena kecapekan pulang dari gunung Fuji jadi bangunnya kesiangan, jam 9. Masih berusaha akan ke Nikko, namun begitu melewati Asakusa (karena Hostel dekat dengan Asakusa Temple), saya mencari jalan ke stasiun Asakusa dan bertanya ke salah satu Jinrikisha Man dan dia menjelaskan bahwa saya harus punya waktu minimal 10 jam kalau mau ke explore Nikko namun cuma one day trip. Okehhhh, saya batal ke NIkko dan memutuskan mutar-mutar di Tokyo saja.

Akhirnya saya membeli Tokyo Subway Pass karena akan banyak menggunakan kereta Subway yang tidak tercover oleh TWP. Harganya ¥600 untuk 24 jam

- Asakusa ke Ueno Park : Covered by Tokyo Subway Pass (tanpa pass ¥170)

- Ueno ke Akihabara : Ke Akihabara lagi karena jalan bareng teman dari California (kenalan baru di Hostel), kebetulan ybs mau sewa wifi dan saya pengen liat gimana sih caranya sewa wifi hahaha, covered by Tokyo Subway Pass (tanpa pass ¥140)

- Akihabara kembali ke Hostel di Asakusa, untuk mandi dan istirahat sebentar : Bukan JR Line jadi covered by Tokyo Subway Pass ( tanpa pass ¥170)

- Asakusa ke Tokyo Tower : covered by Tokyo Subway Pass (tanpa pass ¥220)

- Tokyo Tower ke Tokyo Metropolitan Goverment Building : GRATIS karena JALAN KAKI

- Tokyo Metropolitan Goverment Building ke Shinjuku untuk melihat kehidupan malam : JALAN KAKI, agak jauh tapi tidak terasa karena sambil ngobrol

- Shinjuku ke Hostel di Asakusa : harusnya covered by Tokyo Subway Pass ( tanpa pass ¥410) namun kami ketinggalan kereta terakhir karena terlalu asik ambil video di sana jadinya naik Taxi ke Hostel, kalau saya gak salah lihat biayanya sekitar 8000 Yen atau sekitar 1 jutaan karena itu sudah sekitar jam 1 subuh. Tenanggg... tenang... saya tidak keluar duit untuk taxi ini karena teman saya yang bayar (dia menolak pembayaran dari saya) katanya sebagai permintaan maafnya karena kelamaan ambil video sehingga kita ketinggalan kereta hehe.. yang penting saya gak minta dibayarin ya :D :D

Okehhhhh transportasi hari ini jika tidak menggunakan tourist pass adalah

- Kalau jadi ke Nikko = ¥11.000

- Karena tidak ke Nikko tapi hanya seputaran Tokyo saja = ¥1.100

Tapi karena pakai tourist pass maka pengeluaran hanya ¥600. Pass ini unlimited loh jadi kita bisa keliling-keliling semau kita dan sepuasnya pake kereta atau bus (yang tercover pass) tanpa perlu khawatir biaya lagi.


Masih seputaran Tokyo dan siap-siap ke Kyoto (17 November 2018)

- Bangun jam 10 pagi, jalan-jalan sekitar asakusa untuk kulineran

- Ke Tokyo Sky Tree lalu pulang ke Hostel untuk istirahat : JALAN KAKI

- Dari Hostel via Tawaramachi station ke Shinjuku untuk ambil bus ke Ktoyo : beli tiket ¥240 pake Suica Card (karena tidak pakai tourist pass).

- Bus malam dari Tokyo ke Kyoto saya lihat di tiket saya adalah harganya ¥7.600 (harga akhir pekan) tapi dibayarkan teman, jadi saya tidak bayar sama sekali. Kalau saya yang beli, kurang lebih harganya 5.100 karena saya akan beli bukan di akhir pekan.

Jika tanpa pass maka total transportasi dibayar adalah : ¥7.840 termasuk Bus ke Tokyo.

Pada dasarnya, pengeluaran transportasi saya hari ini ¥240 ya tapi akan tetap saya anggap saya beli tiket bus ¥7.600 supaya bisa kalkulasi nanti untuk menjadi referensi teman-teman.


Kyoto (18 November 2018)

- Dari Stasiun Kyoto saya menuju ke Hostel saya menggunakan kereta - Karasuma Line dan jalan kaki 10 menit, biaya ¥210 (saya bayar pake Suica Card). Untuk selanjutnya saya beli bus pass ( 1 day pass - dibayarkan oleh teman saya orang Jepang yang ketemu saya pagi ini). Well, walaupun saya dapat gratis namun akan tetap saya masukkan di sini biar teman-teman bisa menghitung. Harga 1 day pass ¥600 ini bisa dipake sepuasnya keliling Kyoto dengan bus.

- Jalan ke Ginkakuji Temple menggunakan bus, covered by Kyoto Bus Pass (tanpa pass ¥210)

- Dari Ginkakuji ke Kiyomizudera Temple dan lanjut ke Gion, covered by Kyoto Bus Pass (tanpa pass ¥460)

- Dari Gion kembali ke Hostel, Jalan kaki.

Total Pengeluaran transportasi hari ini dengan Pass ¥810 dengan hanya 1 rute (Tapi saya dibayarin teman jadi duit saya yang keluar hanya ¥210)

Tanpa pass seharusnya ¥880 bahkan lebih jika kamu mengunjungi banyak objek wisata.

Well, saya tidak maksimalkan bus pass karena saya keluar sekitar jam 11 dari Hostel (soalnya istirahat dan nyuci pakean dulu). Saya juga pengen menikmati Ginkakuji dan Gion bersama teman saya dan beliau juga adalah seorang Ibu, yang harus pulang cepat ke rumah untuk siapkan makan malam keluarga hehehe


Kyoto (19 November 2018)

- Ke Nishiki Market : Jalan kaki dari Hostel 5 menit

- ke Kinkakuji Temple Temple (Gold Pavilion) menggunakan bus, covered by Kyoto Bus Pass (tanpa pass ¥380). Jadi saya beli lagi Kyoto Buss Pass ¥600

- Dari Kinkakuji ke Gion lagi sekalian cari makan malam, covered by Kyoto Bus Pass (tanpa pass ¥460)

- Dari Gion kembali ke Hostel, Jalan kaki.

Total Pengeluaran transportasi hari ini ¥600. Jika tanpa bus pass akan menjadi ¥840


Kyoto (20 November 2018)

- Ke Arashiyama naik kereta Hankyu Line ¥210

- Arashiyama ke Fushimi Inari, baru balik ke Hostel Kereta Hankyu Line ¥430

Total Pengeluaran transportasi hari ini ¥640.


Kyoto - Osaka (21 November 2018)

- Kyoto ke Osaka naik Hankyu Kyoto Line ¥570

- Beli Osaka Amazing Pass (OAP) ¥3.300 ini akan mencover seluruh transportasi di Osaka ( pengecualian : kereta ke Kansai Airport) dan Objek wisata yang akan saya kunjungi jadi tidak ada lagi beli tiket masuk Objek Wisata

- Ke Umeda Sky Building naik kereta covered by OAP (tanpa OAP ¥230)

- Ke Dotonburi naik kereta, covered by OAP (Tanpa OAP ¥230)

- Kembali ke Guest House, jalan kaki

Pengeluaran transport hari ini termasuk tourist pass : ¥3.870

Kalau tanpa pass 1.030 tapi harus bayar tiket lagi kalau masuk objek wisata yang kita mau


Osaka (22 November 2018)

- Ke Osaka Castle, covered by OAP (tanpa OAP ¥330)

- Dari Osaka Castle ke Suminoeken Spa untuk mandi di Onsen, covered by OAP (Tanpa OAP ¥280) kalau tidak menggunakan OAP maka harus bayar juga tiket masuk Onsen sekitar ¥750

- Dari Suminoeken Kembali ke Guest House - ambil titipan koper karena sudah check out pagi, covered by OAP (Tanpa OAP ¥280)

- Tiket kereta ke Bandara, kalau dari Namba langsung ke Bandara dengan Nankai Limited Express kena ¥ 1.430 jadi saya maksimalkan OAP saya dong ya... saya akalin dengan naik kereta dari Namba ke stasiun Hineno terlebih dahulu, covered by OAP (tanpa OAP ¥640 lalu sambung kereta ke Kansai Airport ¥460 bayar pake suica card.


Pengeluaran transport hari ini dan tiket-tiket masuk tempat wisata dan ke Bandara = ¥460 karena semua tercover OAP. Kalau tanpa Osaka Amazing Pass maka totalnya adalah ¥2.320 di luar tiket masuk objek wisata yaa.


Jadi total transportasi selama 10 hari jika tidak menggunakan Tourist Pass adalah ¥19.242 atau sekitar Rp.2.443.734 ( Kurs 1 JPY = 127 IDR, dibulatkan). Jika saya jadi ke Nikko maka total pengeluaran adalah ¥19.242 + ¥11.000 = 30.242 atau sekitar 3.840.734.

Dengan Tourist Pass, total pengeluaran adalah ¥24.820 atau sekitar Rp.3.152.140 sudah tapi ini sudah termasuk tiket masuk objek wisata di Osaka (nanti bisa dibandingkan di pengeluaran tiket masuk objek wisata pada bagian lain dari blog ini). Kalau saya ke Nikko pengeluaran tetap sama yaitu 3.152.140.

Disini selisihnya terlihat kurang banyak sih ya karena saya memang kurang memaksimalkan semua tourist pass karena saya tidak mau terburu-buru di setiap objek wisata , bukan yang sekedar hanya datang berswafoto supaya bisa diunggah di media sosial. Kalau saya adalah tipe traveller yang memang ingin menikmati alam, bukan yang mencari objek tempat berfoto ria hehe. Saya juga tidak mau capek lalu drop. Kalau kalian bisa memaksimalkan tourist pass, kalian bisa hemat 1-3 Juta loh. Tapi sebelum beli tourist pass, pastikan dulu kita mau ke mana karena kadang-kadang malah tanpa tourist pass kita bisa lebih hemat. Jadi yang paling penting adalah tahu mau ke mana dan pakai transportasi apa. Pelajari rute-nya terlebih dahulu bisa pake google map atau donwload aplikasi Japan Official Travel di playstore dan install di HP kamu

saya foto langsung OAP-nya saat beli kartu di kantornya di stasiun kereta.

Makan

Travelling bukan berarti harus makan di restoran dan juga bukan berarti harus puasa untuk menghemat pengeluaran makan. Banyak cara untuk tetap menikmati travelling tanpa harus kelaparan. Ada yang memilih membawa makanan instant dari negara sendiri, ada yang memilih membawa bahan makanan dan memasak sendiri di penginapan dan ada yang memilih food street. Saya sendiri saat ke Jepang membawa makanan instant dari Indonesia ( mie instant, sereal, kopi instan) untuk cadangan dan juga lebih banyak makan food street, selain lebih murah juga agar bisa merasakan juga makanan lokal dan bisa melihat proses penyajiannya sambil bercakap-cakap dengan penjualnya.


Baca rincian pengeluaran http://bit.ly/MakandiJepang


---


Nonton video saya di sini :